Sajak Rafaat Hamzah
admin on 05 22, 2009
Sajak 1 (transcript)
HEY!
di sini ada melayu
melayu yang ku jumpa di benua sejarah, yang ku temu di rantau sengsara
melayu yang ku sua di teluk rindu, melayu yang ku lihat di lubuk kota
di sini ada melayu
melayu yang ku jumpa di benua sejarah
yang tradisi tergenggam erat
yang adab budayanya di ikat ketat
yang berteduh di bawah payung kuning
yang bersembah ke bawah duli
yang menyunjung perintah pembuta tuli
yang memikul daulat terlampau tinggi
melayu yang ku jumpa di benua sejarah
kini telah hancur bersama robohnya kota melaka
setelah hilangnya tuah dan tinggal hanya sialnya
melayu yang ku jumpa di benua sejarah
telah mati bersama derhaka laksamana Bentan
dan mampusnya sultan mahmud yang dijulang
melayu yang ku jumpa di benua sejarah
telah tenggelam bersama Hang Nadim dirantai besi,
dan mangkatnya Jebat di hujung taming sari
DI sini ada melayu
melayu yang ku temu di rantau sengsara
yang lemah lembutnya mempersona,
yang ramah tamah nya dipersenda,
yang keluhurannya sering diperguna,
yang pernah berajakan portugese,
yang pernah bersultankan inggeris,
yang pernah bergelut dengan komunis.
melayu yang ku temu di rantau sengsara,
bangkit semula dengan semangat waja,
mempertahankan daulat bumi tercinta,
melayu yang ku temu di rantau sengsara,
bertitis darah menjulang merdeka,
berdiri tegak mengibarkan bendera,
melayu yang ku temu di rantau sengsara,
melewati segala dugaan dan segala siksa,
mengecap kemenangan suatu bangsa,
Di sini ada melayu,
melayu yang ku sua di teluk rindu,
yang masih asli kelembutannya,
yang masih bersantun budinya,
yang masih tersusun langkahnya,
yang masih kuat pegangan nya,
yang masih bertaqwa pada yang Esa,
yang menahan uji keganasan dunia
melayu yang ku sua di teluk rindu,
berbaju kurung teluk belanga
bersandang di bahu selendang delima
melayu yang ku sua di teluk rindu,
menunduk malu anggun pesona,
bersila tertib menghadap yang tua
melayu yang ku sua di teluk rindu,
bukan kenangan di masa lalu,
nilainya terpahat tidak tertuku
Di sini ada melayu
melayu yang ku lihat di lubuk kota,
yang perubahannya semakin ketara,
yang coraknya berubah warna,
yang kuatnya masih sekuat panglima,
yang citanya seluas-luas dunia,
yang budayanya searus perdana,
yang budinya tetap beralas,
yang kemajuannya tidak terbatas
melayu yang ku lihat di lubuk kota
tidak membuang tradisi dan akarnya,
tidak menolak adat dan resam nya,
melayu yang ku lihat di lubuk kota,
turut bergolak bersama masa,
ikut bergerak mengikut ruang dan ketika,
melayu yang ku lihat di lubuk kota,
masih kuat pegangan melayu nya,
masih berbangga pada bangsa nya,
Di sini ada melayu,
Melayu yang ku jumpa di benua sejarah,
yang ku temu di rantau sengsara,
yang ku sua di teluk rindu,
yang ku lihat di lubuk kota
Di sini ada melayu, di sini ada kau dan aku.